Baca Berita

Soliditas Antar Lembaga Dibutuhkan Dalam Setiap Pemilihan

Oleh : kpukarangasem | 23 Mei 2017 | Dibaca : 827 Pengunjung

 Amlapura-KPU Karangasem Pendataan pemilih, pemasangan alat peraga dan hubungan antar lembaga serta kerukunan umat beragama mencuat dalam rapat koordinasi evaluasi pencegahan pelanggaran bersama Bawaslu Bali di Aula Kantor kearsipan Karangasem, Jln Ngurah Rai Amlapura, Selasa (23/5). Mewujudkan pemilu berintegritas hingga mampu memenuhi harapan masyarakat menjadi tanggung jawab setiap warga negara indonesi. Penyelenggara, peserta, Pemerintah maupun pemilih diharapkan mampu bersinergi dalam perhelatan pesta demokrasi. Salah satu elemen penting dalam setiap pemungutan suara, yakni Daptar pemilih menjadi pokok bahasan dalam pertemuan yang digelar Bawaslu Provinsi Bali yang juga dihadiri KPU Kabupaten Karangasem, Kesbang Polinmas, MMDP, FKUB, Kepolisian dan BPBD Kabupaten Karangasem. Pimpinan Bawaslu Bali, I Wayan Widiardana mengatakan titik kerawanan setiap pemilihan meuncul baik menyangkut hasil pemilihan maupun selama proses penyelenggaraan. Menurutnya validasi data pemilih menjadi sangat penting, karena menyangkut banyak hal seperti persiapan logistik, tingkat partisipasi dan hak memilih masyarakat.”Jangan sampai ada pemilih yang terdaftar lebih dari satu kali dalam setiap pemilihan,”ujarnya. Berkaca dari pemilu maupun pilkada sebelumnya masih ditemukan indikasi pemilih yang terdaftar lebih dari satu TPS. Menanggapi hal itu Divisi Perencanaan dan Data KPU Kabupaten Karangasem, Ngurah Gede Maharjana mengatakan dengan pendataan pemilih berkelanjutan, KPU berupaya melakukan validasi data pemilih. Berbekal daftar pemilih pada pemilihan sebelumnya data yang diduga bermasalah dilakukan veripikasi ketingkat desa. “Indikasi ganda, mutasi penduduk, NIK dan NKK bermasalah, pemilih pemula dan meninggal dunia dimutakhirkan kembali,”terangnya. KPU juga melakukan sosialisasi pentingnya kelengkapan administerasi kependudukan terutama kepemilikan KTP elektronik dalam pemungutan suara. Langkah yang dilakukan selain mendatangi kantor desa, pemasangan baleho ajakan mengurus KTP elektronik juga dipasang di sejumlah titik strategis. Antoni Sitorus dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Karangasem mengakui masih ada puluhan ribu masyarakat yang diduga belum melakukan perekaman KTP el. Disdukcapil menempuh berbagai terobosan termasuk jemput bola dengan melakukan pemanggilan dan mendatangi langsung yang bersangkutan untuk melakukan pencataan identitas kependudukan.”Kami juga merencanakan akan melakukan perekaman sampai ke Denpasar khusus warga yang merantau,”imbuhnya. Majelis Madya Desa Pakraman Karangasem, I Gede Krisna Adi Widana mengapresiasi pertemuan yang digagas Bawaslu Bali melibatkan desa adat dan lembaga umat. “Pemerintahan di Bali khususnya ada lembaga adat, selain dinas sehingga soliditas keduanya harus tetapterjaga untuk keamanan dan kelancaran jalanya proses pemilihan,”pungkas Krisna.(Div Data)


Oleh : kpukarangasem | 23 Mei 2017 | Dibaca : 827 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Hubungi Kami
KPUKarangasem Skype Meâ„¢!
Skype Meâ„¢!
Jajak Pendapat
Bagaimana Penilaian Anda Terhadap Website Resmi KPU Karangasem?
Twitter