Baca Berita

Desa Rawan Bencana Butuh Paerhatian Penyelenggara

Oleh : kpukarangasem | 28 November 2017 | Dibaca : 274 Pengunjung

Selat,kpu-karangasemkab.go.id

Warga yang tinggal dipengungsian menjadi salah satu kendala yang membutuhkan solusi penanganan dalam pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018. Pasca ditetapkan kembali ke level awas dari sebelumnya yang sempat turun ke level III Siaga oleh BVMPG, masyarakat di 28 desa yang masuk zone Kawawan Rawan Bencana (KRB) kembali pengungsian. “Saat ini tempat mengungsi tersebar bukan hanya di Karangasem melainkan hampir di semua kabupaten di Bali, ada juga yang secara mandiri di rumah keluarganya di Lombok,”ungkap Kepala Desa Duda Timur, I Gede Pawana (27/11) saat bertemu dengan tim pemantau kesiapan Pilkada di Desa Duda Timur Selat. Menurutnya warga yang meninggalkan kediamanya menghindari dampak yang ditimbulkan akibat erupsi Gunung Agung tersebut musti mendapat perhatian serius baik pihak penyelenggara maupun pemerintah. Pawana merasa khawatir kondisi perkonomian yang semakin memburuk saat ini akan menimbulkan berbagai persoalan sosial termasuk rentan dengan peraktik politik uang yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab. Persoalan lain yang kemungkinan dihadapi pada saat pendataan pemilih, pendistribusian logistik dan penempatan TPS.”Kewenangan tentu ada pada pimpinan wilayah di pengungsian, kepala desa asal pengungsi tidak akan leluasa menggunakan kewenanganya,”imbuh Pawana. Kepala desa Selat, I Gusti Lanang Adiartha menambahkan kondisi masyarakat pengungsi saat ini membutuhkan penanganan baik logistik berupa makanan, obat-obatan dan informasi terkait kebencanaan. Penyelenggara diharapkan lebih awal memetakan titik pengungsian agar memudahkan dalam pendataan pemilih. Sekretaris Camat Selat, Ni Made Laba Dwikarini menyebutkan dari 8 desa, enam diantaranya masuk kawasan rawan bencana. Warga di wilayah tersebut diwajibkan mengungsi karena ada larangan melakukan aktivitas pada radius 10 kilometer dari puncak kawah. Imbasnya pusat pelayanan masyarakat seperti kantor desa, puskesmas dan camat harus bergeser karena masuk zone berbahaya. Kantor Camat Selat pindah lokasi ke bale masyarakat Wates Kangin, Desa Timur. Anggota KPU Karangasem, Ngurah Gede Maharjana menyampaikan keperihatiannya terhadap kondisi warga yang tengah menghadapi masalah akibat kondisi Gunung tertinggi di Bali yang mulai menunjukan gejala mengarah kebencana. “Belum lama ini anggota KPU RI sudah sempat meninjau langsung kondisi Karangasem dan berpesan agar tahapan tetap dijalakan sesuai jadwal yang telah ditentukan,”sebutnya. Terkait regulasi pelaksanaan pemungutan suara di daerah bencana lanjut Ngurah Maharjana akan dibuat penyelenggara di tingkat pusat. Kordninasi dan komunikasi antara penyelenggara dengan jajaran pemerintah dan pemangku kepentingan diharapkan mampu menjawab tantangan dalam pelaksanaan pemungutan suara 27 Juni 2018 mendatang.(rah)


Oleh : kpukarangasem | 28 November 2017 | Dibaca : 274 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Hubungi Kami
KPUKarangasem Skype Meâ„¢!
Skype Meâ„¢!
Jajak Pendapat
Bagaimana Penilaian Anda Terhadap Website Resmi KPU Karangasem?
Twitter