Baca Berita

Tim Monitoring Kunjungi Desa Penerima Pengungsi

Oleh : kpukarangasem | 27 November 2017 | Dibaca : 269 Pengunjung

Rendang, kpu_karangasemkab.go.id

Ditengah ancaman kebencanaan akibat kondisi Gunung Agung yang sudah menunjukan tanda-tanda akan erupsi, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Karangasem bertekad melaksanakan tahapan Pilkada serentak 2018, Pemilihan Legeslatif serta Presiden dan Wakil Presiden yang dilaksanakan 2019 mendatang. Salah satu kendala yang kemungkinan akan dihadapi terkait kondisi masyarakat yang sudah meninggalkan tempat tinggalnya termasuk wilayah yang menerima pengungsi. Seperti disampaikan Perbekel Rendang, I Wayan Nujati. Kepada tim pemantau kesiapan Pilkada 2018, Nujati menyampaikan setelah dinyatakan kembali ke level awas, warga dari kecamatan tetangga seperti Selat dan Kubu mengungsi ke Rendang yang berada di radius 14 Kilometer dari puncak kawah dan dinayatakan sebagai zone aman. Tercatat 4.000 lebih warga yang menempati fasilitas umum seperti bale masyarakat dan sebagian memilih tinggal di rumah warga. “Balai masyarakat yang sebelumnya menjadi tempat membuat TPS kini ditempati warga pengungsi,”ungkap Nujati. Hal senada disampaikan Kepala Desa Pesaban, I Dewa Ketut Sarjana yang mengaku menerima tak kurang dari 2.000 pengungsi dari sejumlah desa yang dinyatakan masuk kawasan rawan bencana. Proses pendataan pemilih dan tempat menyalurkan hak suara pada saat pencoblosan bagi pengungsi agar dicarikan solusi penyelesaian. Camat Rendang I Wayan Mastra menambahkan selain menerima pengungsi, warga di 2 desa dari 6 desa di wilayahnya sekaligus sebagai pengungsi karena berada di kawasan yang dinyaratakan rawan terdampak bencana erupsi. Mastra menyatakan dukunganya kepada penyelenggara pemungutan suara untuk dapat melaksanakan perintah perundang undangan dalam pemilihan Gubenur Bali 27 Juni 2018 mendatang termasuk tahapan Pileg dan Pilpres 2019. “Penyelenggara agar menguatkan sisi regulasi dalam melaksanakan setiap tahapan,”pesanya. Anggota KPU Kabupaten Karangasem, Ngurah Gede Maharjana menjelaskan beberapa tahapan pemungutan suara sedang berjalan. Kekhawatiran akan terhambatnya tahapan pemungutan suara menurutnya sejauh ini dapat diatasi berkat kordinasi dan komunikasi yang baik antara penyelenggara dan pemerintah serta pemangku kepentingan. “Mudah-mudahan kordinasi yang sudah terjalin baik dapat ditingkatkan agar jalanya pemungutan suara tidak terkendala,”harapnya. Terkait kondisi dan situasi masyarakat saat ini lanjut Ngurah Gede Maharjana akan disampaikan pada forum yang lebih tinggi untuk dicarikan solusi pemecahanya.(adm/witama)


Oleh : kpukarangasem | 27 November 2017 | Dibaca : 269 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Hubungi Kami
KPUKarangasem Skype Meâ„¢!
Skype Meâ„¢!
Jajak Pendapat
Bagaimana Penilaian Anda Terhadap Website Resmi KPU Karangasem?
Twitter