Baca Berita

Pemerintah Diharapkan Buat Skenario Penanganan Pengungsi

Oleh : kpukarangasem | 29 November 2017 | Dibaca : 84 Pengunjung

Sidemen,kpu_karangasemkab.go.id

Pengungsi di tempat pengungsian dan dari daerah asal menjadi persoalan yang kembali mengemuka dalam pertemuan tim pemantau kesiapan pelaksanaan Pilkada serentak 2018. Tim yang dimotori Kesbang Polinmas, KPU Karangasem, Panwas, Catatan Sipil dan pemangku kepentingan lainya, mengunjungi sejumlah desa di kecamatan Sidemen. Seperti disampaikan Kepala Desa Telaga Tawang, I Nyoman Sukarma saat ditemui di kantornya, (29/11). “Sedikitnya 1.000 warga dari kecamatan tetangga tinggal sementara diwilayah kami menghindar dari ancaman bencana erpusi Gunung Agung yang kembali dinyatakan awas,”ungkapnya. Menurut Sukarma kondisi tersebut akan berimbas pada pelaksanaan tahapan pemungutan suara. Kendala yang kemungkinan dihadapi bagi penyelenggara terutama saat pendataan pemilih, pendistribusian logistic selain posisi tempat pemungutan suara. Menyinggung kepemilikan KTP elektronik ..menambahkan warganya sebagian besar sudah melakukan perekaman, meski diakui masih ada beberapa yang tercecer kebanyakan sudah lanjut usia dan enggan mengurus. “Sudah kami kondisikan ke Catatan Sipil agar ditindaklanjuti,”imbuhnya. Ungkapan senada disampaikan Camat Sidemen A A Surya Jaya saat ditemui tim di ruanganya. Menurut Surya Jaya, Kecamatan Sidemen sudah menerima tak kurang 6.000 pengungsi yang berasal dari desa yang dinyatakan kawasan rawan bencana. “Tensi politik akan menghangat saat memasuki masa kampanye, karena banyak peserta akan mengajak timnya kampanye ke pengungsian,”katanya. Surya Jaya mengusulkan skenario penanganan pengungsi agar dikumpulkan di satu titik untuk memudahkan dalam pendisitribusian logistik maupun saat pencoblosan. Menanggapi hal itu, I Nyoman Suastika dari Badan Kesbang Polinmas mengatakan akan menyampaikan usulan tersebut kepada pemerintah Kabupaten.”Dalam waktu dekat akan dilaksanakan rapat dengan pemangku kepentingan untuk menyamakan persepsi terkait penanganan pengungsi,”imbuhnya. Anggota KPU Karangasem, Ngurah Gede Maharjana mengakui data pemilih salah satu urusan penting dalam pelaksanaan pemungutan suara. Tingkat partisipasi, ketersediaan logistik termasuk menetukan jumlah TPS semua berawal dari jumlah pemilih. Puluhan ribu masyarakat Karangasem yang saat ini berada di pengungsian lanjut Ngurah akan berdampak pada daerah asal maupun wilayah yang dijadikan tempat tujuan tinggal sementara. “KPU Bali sudah merancang akan menggelar pertemuan dengan pimpinan daerah untuk membahas masalah pengungsi yang berdampak langsung dalam pelaksanaan tahapan pemungutan suara,”imbuhnya. Diharapkan dalam pertemuan tersebut akan menemukan jalan keluar menghadapi persoalan yang membayangi akibat adanya ancaman kebencanaan.(rah)


Oleh : kpukarangasem | 29 November 2017 | Dibaca : 84 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Hubungi Kami
KPUKarangasem Skype Meâ„¢!
Skype Meâ„¢!
Jajak Pendapat
Bagaimana Penilaian Anda Terhadap Website Resmi KPU Karangasem?
Twitter