Baca Berita

Daerah Rawan Sudah Tidak Berpenghuni. Kantor Desa Pindah, PPS Mengikuti

Oleh : kpukarangasem | 30 November 2017 | Dibaca : 127 Pengunjung

Bebandem,kpu_karangasem.go.id

Kondisi masyarakat Karangasem menjelang perhelatan Pilkada serentak 2018 masih dibayangi kekhawatiran akan terjadinya erupsi Gunung Agung. Setelah ditetapkan setatus awas oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), warga yang berada dalam radius berbahaya sudah meninggalkan daerah asalnya menuju tempat pengungsian. Seperti tampak di desa Jungutan Bebandem, Kabupaten Karangasem. Saat tim pemantau kesiapan Pemilihan Gubenur Bali 2018 mengunjungi daerah yang masuk wilayah kawasan rawan bencana (KRB) 2 atau berjarak kurang dari 10 kilometer suasana lengang, ibarat desa tak berpenghuni. Tanda-tanda bekas hujan abu masih menempel di dedaunan dan atap rumah warga. Bau belerang pun tercium cukup menyengat ketika anggota tim menginjakan kaki di kantor desa setempat (30/11). “Kantor desa akan pindah ke Pesedahan, Kecamatan Manggis”ujar Sekretaris Desa Ida Made Bagus Dipranata. Keputusan untuk memindahkan kantor pelayanan masyarakat tersebut menurutnya untuk mencari tempat yang lebih aman terlebih semua warga sudah mengungsi. Dipranata menjelaskan sejak ditetapkan status awas yang ditandai dengan hujan abu disertai bau blerang menyengat, warga setempat berbondong-bondong menyelamatkan diri menuju tempat yang lebih aman. Kondisi serupa juga dialami desa Bungaya Kangin. Posisi kantor yang berada diposisi lebih rendah dari jalan raya memaksa aparat desa bergeser ke lokasi yang lebih tinggi. Mengambil tempat yang lebih aman di areal pasar desa, Kepala desa Ida Bagus Nyoman Sudira berharap pemasangan tanda gambar dan bahan kampanye memperhatikan sisi estetika. “Jangan sampai merubah wajah desa yang asri karena pemasangan alat peraga seenaknya,”harap Sudira. Anggota KPU Karangasem, Ngurah Gede Maharjana menilai langkah kepala desa yang berada di kawasan rawan bencana,dengan memindahkan pusat pelayanan ke tempat yang lebih aman dan mendekatkan dengan posisi masyarakat di daerah pengungsian sudah tepat. “PPS dan sekretariat hendaknya juga bergeser di tempat kantor desa yang baru untuk memudahkan kordinasi dengan perangkat desa dan melayani pemilih,”tegasnya. Terkait pemasangan alat peraga Ngurah menambahkan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali sudah berkordinasi dengan Pemerintah Kabupaten melalui KPU Karangasem menentukan zone pemasanganya. “Kalau dipasang diluar ketentuan Kepala desa boleh mengingatkan atau langsung melaporkan ke Panitia Pengawas Pemilu, “imbuhnya.(rah)


Oleh : kpukarangasem | 30 November 2017 | Dibaca : 127 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Hubungi Kami
KPUKarangasem Skype Meâ„¢!
Skype Meâ„¢!
Jajak Pendapat
Bagaimana Penilaian Anda Terhadap Website Resmi KPU Karangasem?
Twitter